Selasa, 16 Februari 2010

PAGI SAMBUT MENTARI

by: Khoirul Taqwim

Pagi yang cerah berkabut

Terdengar nyanyian alam bersenandung

Iringi langkah datangnya mentari bercahaya

Hangatkan badan semalam suntub mengigil kedinginan

Hingga bawa masuk selimut setebal dua senti

Pagi...........

Ketukan hati berirama

Alangkah indahnya hari ini

Tertoreh rasa dalam jiwa yang penuh tanpa dosa

Hilangkan beban sesaat menutup pintu asa

Tutup mata enam jam terasa

Hingga terbawa lemas gulai

Rapuh senyum dibibir kecut tak ada canda

Otak terjejal jam dinding penuh jadwal

Pagi ini aku raba

Sambut mentari bersinar

Di ujung timur terlihat warna indah berkilau

Tanda sang surya lagi menjemput jam waktu tiba

Sampai hilang gelap mentari pulang ke asal yang tak terlihat mata

Lambaian tangan alam sambut pagi ini

Embun mulai turun hingga tak terlihat rupa

Air sungai mulai nampak hangat dalam pelukan cakrawala

Pagi secerah kutub utara

Indah membentang di mendung raya

Alunan melodi tak berketuk

Bersuara tanpa lintas batas

Hingga buat hati bahagia rasa pesona

Senin, 15 Februari 2010

PUISI TUHAN


Oleh: Khoirul Taqwim

 

Tuhan…….

Kala langit menangis

Gunung meletus

Bumi guncang terhentak alam

Tsunami setinggi cakar sang surya

Hatiku tetap bahagia disisimu

 

Tuhan………

Kala jiwaku tergores pena

Nafasku roboh dalam cinta

Aku merinding ketakutan

Bayangan dusta menghantui rasa

Kenapa saat itu hatiku bimbang gelisah

Jauh…….

Jauh……….

Dari engkau maha dzat suci

 

Tuhan…

Materi alam

Materi jiwa berbeda pandang

Hingga buat aku linglung buta rasa

Apa mungkin ini cerita kosong

Terlintas dalam benak ketakberdayaanku

 

Semoga……..

Bahasa do’a

Terlantun dalam gemuruh jiwa rasa

Agar tenang, nyaman sentosa

 

Terima kasih Tuhan

Atas duka lara

Senang bahagia

Yang tertanam dalam benak kecilku

Kupasrahkan pada sang pencipta

Alam ruh jasadku

Semua yang ada padaku

Hingga tutup usiaku

Amiens……….

 

DONGENG KABUT CINTA

Oleh: Khoirul Taqwim


Kesini nak!

Ada cerita dikit rasa

Bahagia indah membahana

Menyeruak di angkasa buta

Tapi sayang nak!

Saket jiwa datang tak di undang 

Dahulu indah

Sekarang jadi kabut rasa

Gara-gara cinta tak ada restu ortu


Dongeng kabut cinta

Mengalun sendu nyanyian berdurai kata

Benar-benar hilang sudah

Tinggal kebencian hati gemulai

Gara-gara famili tak mengizinkan cinta


Pilih cinta saudara atau kekasih

Dongeng ini benar gila rasa

Kenapa ada cinta memilih

Saat hati butuh keduanya


Oooo...sang surya

Bintang diangkasa

dongeng apa ini

Tanya dalam jiwaku

Hingga terlantun dalam mimpi hilangku

 

PUISI CINTA YANG HILANG


Oleh: Khoirul Taqwim


Letih rasa hati saat kau ucap bahasa serapah sampah

Kemana indahnya cinta kata penyair udara

Cinta apa hanya sebatas dongeng bahagia

Sebab rasa lara selalu makan hati tak bertuan


Puisi cinta hilang di telan virus jalanan

Tak tersisa membekas dalam dada

Yang ada secuil kebencian penuh tusuk duka

Kemana kata pujangga cinta indah

Apa itu hanya sebatas cerita mitos dahulu kala


Puisi cinta hilang di telan gelapnya jiwa

Kalap hati rasa dalam ranah hantu cinta

Iringi langkah air mata mengalir

Hiasi kedukaan rasa

Lengkaplah sudah puisi cinta 

Di telan hilangnya bah kabut samudra

PANJANG LARA DUKA


Oleh: Khoirul Taqwim


Bersedih hati lara

Kala angin berhembus enyahkan suara

Pedih hati penuh luka

Derita tak pernah kunjung usai

Saat terlihat wajah sendu gemulai

Sabar, sabarlah

Terlintas di bibir kecil penuh tanda tanya'


Panjang lara duka

Iringi langkah air mengalir di sudut kota bencana

Hati siapa yang punya

Kala datang mendung duka

Penuh dosa kehidupan

Sang batara kala


Lihat!

Lihatlah disana

Duka panjang

Tak pernah henti sejenak

Lara panjang

Hampiri tiap waktu detik

Sabar, sabarlah nak

Lihatlah cahaya

Suatu saat kan hembus dalam jiwamu

Hilangkan panjang lara duka

Asal sabar dalam benak tak pernah kau tinggal 

Walau hanya sejengkal lembut suci dalam dirimu



Minggu, 14 Februari 2010

NIKAHMU KUDENGAR DI UDARA


Oleh: Khoirul Taqwim

 

Kudengar nikahmu di udara

Terhenyak hati sesaat

Sedih bahagia naungi rasa

Kala langit menghitam

Detakan jantung tak henti

Usapan air mata menghias di wajah sepiku

 

Sambut lambaian jiwa kosong

Selami nafas hidupku

Diam bahasa sejenak

Merenung bait-bait kehidupan

Tentang apa yang ada

Hingga takdirpun kan tiba

 

Nikahmu terdengar di udara

Luas di jagat raya

Jutaan mata tertawan dalam kebahagiaan

Luka hilang ditelan cahaya sukma

Senang bersenandung iringi langkah suara

Satukan pesta bersama

 

Tuhan

Kuberdo’a untuk dia

Bahagiakanlah jiwanya

Jangan pernah ada luka tergores

Bila jasad sudah tak ada

Satukan dia dalam ruh ilahi

 

Nikahmu

Lambang kesucian

Tak ternilai harganya

Sepanjang hayat

Hingga ketiadaanmu

 

 

Kamis, 11 Februari 2010

WAKTUKUKAN TIBA


 Oleh: Khoirul Taqwim


Bunyi jam dinding berdetak keras

Hati bertanya tentang hari ini

Terselinap bahasa syahdu menyeriang di udara

Ajal kan datang

Mau kemana jiwa lari

Sembunyi tertutup tak ada arti

Pasrah bahasa tepat dalam jiwa  

Bergetar benar hari ini

Jemputan maut telah datang

Tinggal menungu detikan waktu

 

Berlari nyawa dari raga

Harta tak ada guna

Tinggal catatan jiwa di hadapkan

Kotor bersih

Menunggu dalam nyata pandang

Indah benar jiwa bersih

Derita kotor bila suci tak ada  

 

Akhir sebuah nyawa

Hilang ditelan bumi

Jasad musnah tak berbekas

Tinggal seonggok rasa

Menyelinap waktu

Putaran tak kan kembali

Tiba detik menyusuri

Nafas musnah

Cerita waktuku kan tiba