
Pemesanan batik lawasan dalam jumlah besar dapat menghubungi di usahabatiktaqwim.blogspot.com dengan nomor HP. 085-736-726-474.
Senin, 16 November 2009
ALAM NELAYANKU

Minggu, 15 November 2009
JAGAT NUSANTARA
NELAYAN
MUSIM KAMPANYE

by: Khoirul Taqwim
Kampanye datang menggema
Obral janji sana-sini
Omong kosong bualan hari
Kerjaan pejabat menari lidah
Diskusi kerakyatan makanan ringan senayan
Saat rakyat banjir kelaparan
Kami tak butuh omongan
Pertegas dalam dada
Kami butuh makan
Perutku demo menyelinap tak arti
Jangan bohongi kami
Bahasa tertekan diri
Muak muntah sudah kualami hampir mati
Untung belum kiyamat diri
Kampanye tiba
Slogan kebenaran diagungkan
Bandit dipoles malaikat
Benar gila jagatku
Uang suap sana-sini beli suara
Alhamdulillah
Buat beli rokok sebatang
Ucap hati kecil miskin
Musim kampanye
Pesta pora bandit-bandit
Melayang siap memangsa
Mencengkrama menuju singgasana
Senayan, istana itu tujuan
Tempat berlabuh kandang
Kemenangan dinanti hati jutaan
Kalah tahta
Dukun harus bertindak
Politik diluar rasio
Bukan masalah
Jabatan tak ditangan itu jadi masalah
Orasi dilapangan
Sambut mata jelalatan
Tepuk tangan ruah melimpah
Dada membusung bah perang salib datang
Angkat bicara
Podium adi kuasa
Terdengar bisuk-bisul kebohongan
Tak masalah
Yang penting kursi ditangan
Ajiku aji kemenangan
Cahyoning langit tahta singgasana
Musim kampanye
Jeritan histeris kekalahan
Suka pora kemenangan
Kalah menang itu permainan
Namanya politik
Cari untung itu kebenaran
BAHASA RASA IDIOM
.jpg)
Bunga layu dibuang saja
Tak ada arti
Bunga mekar cepat ambil
Kalu perlu paksa dia
Benar kurang asem
Pikiran kotor menyelinap diotak
Idiom bahasa ungkapan
Perumpamaan makna
Masuk dalam benak
Jika menangkap lontaran sajak
Bunga malam
Indah didengar
Barani bayar??..
Uang segudang habis semalam
Jika tak punya lari gelanggang
Sebelum celanamu hilang lenyap
Benar gila zaman
Kaum amburadul
Jagat untung belum kiyamat
Bunga siang mana kudengar
Ayam kampus
Itu yang dicari
Merah delima
Anggun rasanya
Ambil itu ayam
Jual seharga ketupat
Ambil ayam kampus
Jual seharga pejabat
Lari cepat melompat
Sebelum pamong praja menghambat
Bahasa idiom
Enak dirasa
Bahasa idiom
Menyebalkan
Bahasa idiom
Enak dimakna
Sejuta bahasa
Semilyar bahasa
Sejagat luar biasa
KAUM DERITA

by: Khoirul Taqwim
Derita tukang becak
Kantong pas beras
Beli rokok sebatang
Ah lumayan….
Nasib wong cilik
Benar digelitik
Derita kuli bangunan
Wajah sendu dimakan zaman
Keringat bercucuran bah banjir kolam
Panas menyengat
Hasil bolong kantong
Derita buruh tak kunjung hilang
Nafas sesak kepayang
Tak ubahnya tikus dikejar kucing
Benar gila nasib ini
Siapa yang kuat nafas
Mandi uang bisa mati
Apalagi banjir perut kosong
Bahaya benar ini
Apalagi derita menumpuk langit
Pasti hilang ajal
Kaum derita
Miskin
Masih punya secercah nurani
Bantahan hidup dengan bahasa halal
Keringat menjadi banjir tak masalah
Ini budi rasa
Laku kaum derita yang ingat
Lapar darat tak kunjung usai
Jangan salahkan kaum derita
Bendera revolusi berkibar
Angkat senjata
Lawan
Bahasa tepat perjuangan
Sabtu, 14 November 2009
CINTA RANAH BERANTAH

Oleh: Khoirul taqwim
Cinta membabi buta
Entah berantah terasa
Ganjil cerita ada makna
Hilang disenyap kata
Kenapa ada cinta buta??..
Benar gila cinta rasa
Tak pendam tak hilang semakna
Benar kurang asem cinta buta
Warna meraba dalam dada
Penuh sesak nafas gila
Cinta entah brathayuda
Menyingsing matahari nan gerhana
Bintang menyala dilangit bukit
Alamku lagi senda gurau
Semua benar ada alam ranah jiwa
Kemana cinta datang sesaat?....
Tak kunjung jua hari ini
Kemana cinta pergi sesaat??..
Tanda tanya’ tak pernah sirna
Lewat bahasa ilustrasi kukata
Cinta berantah
Entah kemana
Semua pergi dalam jiwa
Larilah cinta
Sejauh bisa
Sebelum raib dalam dada
Tak jekas tak kira
Bualan jagat
Duka sengsara
Gembira loka
Paduan hidup berantah
WAYANG
.jpg)
.jpg)
Oleh: Khoirul Taqwim
Ramayana cerita nirwana
Gatot koco munggah nang langit
Kunto dewo entah berantah
Pewayang jalan menari diatas pentas
Benar adanya itu rasa
Cerita rakyat mengabdi jiwa
Wayang
Cinta ikut cerita
Perang jagat ambruk
Jadi siji nang jero wayang
Lakon tragedy kehidupan
Pejuangan darah tak ada habis
Semangat luar biasa membakar
Hidup makna
Mati sudahlah
Wayang jawa penuh gairah
Kehidupan wayang
Tak ubah kehidupan jabal manusia
Mainan jagat raya
Melangkah sendi nyawa
Jagat sambut tanganmu
Nyawamu lepas
Bumi sambut tenggelamkan jasadmu
Cerita wayang
Penuh adegan
Sejuta babat urip
Mati sewu
Mati suri
Tambah serem
Mati kuwalat
Bedebah nyekti siro
Kisah wayang
Tarung kehidupan
Kisah wayang
Tarung jagat raya
TUHAN HUKUMKU
.jpg)
Oleh: Khoirul taqwim
Tuhan
Hukumku kaku pilu
Hukumku mati suri
Hukumku hilang ruh nyawa
Hukumku tinggal jasad
Mayat jadi hukumku
Tuhan
Kumengadu dalam sabda
Firman jadi gelondomgan bahasa
Benar gila duri hukumku
Lari kepanggang jenggot
Kemana jalan hukum
Semua sirna ditelan raksasa duit
Tuhan
Benar adanya hukumku mati sebelum perang
Benar hidup hukumku tak bernyawa
Tinggal sampah bahasa
Tinggal rongsokan budaya
Apa jawab itu hukum
Semua ninak bondo dalam susah rakyat
Kemewahan adalah milik hukum
Benar bedebah hukumku
Ma’af Tuhan
Terucap dari bahasa terdalam
Terucap dari nurani keluguan abdi
Tuhan aku bersimpuh difirmanmu
Bukan aku takut
Bukan aku pengecut
Aku hanya bahasa hidup
Menanti abadi semu
Taubatku mati hukum
SABDO PANDETO RATU
.jpg)
Oleh: Khoirul Taqwim
Kumengabdi dalam langkah
Hilang susah rasa kepayang
Kutengok aku dalam mimpi buta
Berita kau pancarkan
Hilang ditelan rahwana
Benar semua telah sirna dalam jenaka
Hidup penuh makna
Derita pangkasan hati kelabu
Ranah jiwa terukir dalam kalbu
Dingin menggigil
Panorama sakti menggelayut jantung
Hinggap dalam ranah tak makna
Nyawa sepotong bahasa nirwana
Kelam sunyi mendua
Uang bangun dalam kenangan
Malam tidur dalam senyap waktu
Tarian anak kecil
Ingatkan bahasa silat penuh makna
Kau tuding aku lari dalam rembulan
Hilang sudah sabda Ratu
Ditelan republick raya
Zaman bergeser arah
Tinggal menunggu kiyamat
Akhir sudah riwayat sabdo Ratu
Jenaka kosong
Simbu pilu
Menggupal
Menyirat sebuah tarian makna
HUKUM MATI KUTU
Oleh: Khoirul Taqwim
Mati hukum kutu
Kemana lari keadilan
Jalan tempat arah
Mundur dalam hilang
Amburadul benar
Negeri hukum berpadu buta
Jalan hukum dipajang
Di mata hukum sama
Slogan itu benar
Nyata itu tipuan bahasa
Hukumku mati kutu
Dibunuh uang jelalatan
Mereka yang punya uang segudangBenar-benar apa adanya hukum mati kutu
Bahasa menyelinap barisan hukum
Semua tak mampu hilang
Rasa hukum telah mati jiwa
Sesak nafas benar hukum
Dirasa pusing tujuh kepala
Hukum mati kutu
Telah kurasa jiwa sekarat
Hilang sudah keadilan
Semua membatu buta
Terpaku kebobrokan yang ada
Keadilan hukum sirna
Benar hukum mati kutu
Dihadapan kantong tebal
Hukum tak bertuan harusnya
Tapi hukum mati kutu ditelan mendung raya
Bagunan peradilan Belanda berdiri tegak menjulang ingatkan kita, banyaknya masyarakat pribumi di adili di pegadilan ini, di bunuh, di siksa, atas nama keadilan palsu yag diuat kaum belanda, negeriku saat ini tak jauh berbeda dengan pengadilan Belanda, sebagian besar hukum negeriku masih menggunakan hukum belanda.
Senin, 09 November 2009
PENCARIAN
Oleh: Khoirul Taqwim
Jiwaku meraung-raung kesakitan
Batinku teriris hingga aku terlempar
Ingin sekali aku meraih bintang-bintang diangkasa
Apa daya tangan tak sampai
Kemana harus pergi jiwa ini yang resah gelisah
Aku haus air tuk sejukkan batinku
Kurebahkan pikiranku tuk tenangkan jiwa
Aku terkapar dikegelapan malam
Biarlah aku berdiri disini menanti hari esok
Tuk buktikan kesetiaan
Atas apa yang tak kau tahu
Agar kau tahu jiwaku meronta dibalik bukit rasa
Merona dalam pencarian mata kalbu
Kutunggu sejauh ada tak ada
Menunggu rembulan
Raihku dalam mimpi
Perjalanan raih cahaya jauh terasa
Aku harus tahu hakikat hidup
Jiwaku sepi bersama awan kelam
Kumeronta-ronta disudut malam yang panjang
Wahai binatang!!..
Wahi Iblis!!..
Kemana malam ini
Kau tak tak datang sambut gelap
Kau biarkan aku disini
Sendiri tanpa ada kau temani
Anjing-anjing menggonggong
Bermata Satu
Berdarah dingin
Siap lepas hasrat
Aku resah gelisah
Mencari hidup
Jalan tak kunjung jua
Sempurna yang kucari
Mata sejauh menghilang
Hati sejauh tak sampai
Mimpi kosong
Angan-angan tak hilang pekat
Cari tak pernah puas
Cari hilang sendiri
Semua masih dalam satu cari
Sabtu, 07 November 2009
HILANG KEADILAN NEGERIKU
Entah berantah
Jagat bolak-balik
Rongsokan membumi
Bobrok negeriku
Hilang adil nyawa
Hilang tonggak kearifan
Tinggal kesedihan memalu
Tinggal puing-puing kehidupan
Semua jadi sampah kebenaran
Keadilan
Musnah kemana?..
Hilang kemana?..
Semua tak tersisa
Hasrat nafsu membunuh keadilan
Lembaga peradilan
Jadi bualan
Jadi tontonan
Jadi sandiwara
Buta dalam kata
Buta dalam jiwa
Buta dalam nurani
Bangsaku dirusak cukong-cukong mafia
Hakim
Suara yang dulu nyaring
Bahasa kebenaran harusnya dipegang
Kemana lari kebenaran
Dulu terpegang menggenggam
Kebohongan bukan sahabat
Kebenaran tegak
Keadilan jalan kemuliaan
Sekarang hilang tak sisa
Sekarang jadi bualan
Dimakan waktu zaman
Cukong berduit
Rusak peradilan
Rusak keadilan
Kebenaran uang
Kebenaran jadi sampah
Kebobrokan jadi kemenangan
Keadilan negeriku
Musnah
Hilang
Rusak
Bobrok
Terjual
Tanpa sisa kebenaran
.jpg)
