Kamis, 17 Juni 2010

BIDADARI SURGA JANJI TUHAN

Oleh: Khoiru Taqwim

Hasrat laki-laki serentak semangat
ketika Nabi berkata dengan lantang
janji tuhan tidak pernah bohong
berperanglah syahid dihadapanmu

Perang meletus
boom meledak
pisau-pisau menghunus
semua berkata tuhan bersama kita

Bidadari surga janji agama
berkobarlah semangat
jiwa terbakar
membunuh adalah pilihan

Tangis pilu tak terhindarkan
darah mencair dijalanan
anak-anak lari ketakutan
perang terus berkobar

Agama terus berkhutbah
janji tuhan tidak pernah bohong
angkat senjata
bidadari menunggu disurga

Laki-laki penuh ketawa
Hasrat membunuh tak terhindarkan
Laki-laki percaya penuh keyakinan
Bidadari surga masih disana menunggu kemenangan

TRAGEDI CIPUTAT TERBAWA BUNGA TIDURKU

Oleh: Khoirul Taqwim

Desir peluru menusuk sahabatku
Kumeraung sekencang tsunami menghujam daratan
Serentak aku bangun menghela nafas
Ternyata ini hanya mimpi kebanyakan nonton tragedy ciputat

Mulai sadarku membunuh imajiku
Tanda tanya yang dalam dihatiku
Kenapa ada pembunuhan??...
Kenapa harus ada korban??....

Jari jemariku mulai gemetar
Saat teringat tragedy ciputat kemarin
Desir peluru menembus dada
Menghujam kepala nyawa pasti tak tertolong

Hatiku mulai ketakutan
Ada apa dengan ini semua??..tanya’ku
Kebingungan masih menghinggapi otakku
Kusadar serentak ini tragedy kehidupan

Kutertidur kembali
Pelukan udara menemani langkah nafasku
Kuhirup pelan-pelan
Mataku tertutup hingga senyap lenyap

Mimpi bukan kehidupan nyata firasatku
Kehiduapan bukan mimpi belaka pikirku
Keduanya saling melengkapi kesimpulanku
Hingga terbawa dalam bunga tidurku malam ini

Tragedi kelam ciputat
Aku tersentak seketika
Aku bangun kembali tersadar ini mimpi belaka
Bunga tidurku terisi tragedy ciputat kemarin

BADAI PERSAHATAN CINTA

Oleh: Khoirul Taqwim

Laut selatan Ratu Nyiroro kidul
Menari diatas sampah laut jelalatan
Ombak setinggi langit biru
Air samudra bergoyang tak henti paruh nyawa
Tsunami ambil badai datang
Hutan bakau gundul sirna tak hilang
Badai laut darat menghantam
Sahabat terbina bahasa kalbu
Terurai bersama waktu
Sahabat terbina waktu rasa asa
Terurai mata sirna
Hilang setia ditelan garuda

Sahabat
Seru dalam senyap
Kuterpaku kaku
Sebatas cinta bertahan gelombang udara
Bersama tak lagi terpadu
Mengapa??....
Tanya’ dalam sendu jiwa
Kuhadirkan bahasa cinta
Putus sudah tali-tali yang terikat pena sahabat
Sambung putus takkan ada paku bumi hati
Hilang senyap embun pagi tak kembali rasa
Matahari menghisap air pagi tanpa ampun
Semua terasa mimpi bolong tak arti secuil isi
Benak yang punya makna jiwa baku
Bukan mata
Bukan telinga
Bukan itu yang ada
Yang ada rasa sakit didada dalam ranah jiwa
Yang ada rasa sakit batin tak kira nyawa
Yang ada air mata sesal tak makna cerita

Kecewa
Ungkapan dalam hati
Bahasa yang hilang ditelan awan mendung
Ungkapan hujan turun hilang kering
Bahasa udara tak terdengar
Tak gentar jiwa rasa mengepal
Cuma sakit jiwa alam dalam nafas

Badai persahabatan
Cinta ungkapan
Hilang semua makna
Dengki
Benci
Marah
perih
Semua jadi satu rasa sesak makna
Air mata mengucur
Pancoran pindah kelubang mata hati
Tanpa henti
Tanpa henti rasa
Tanpa henti rasa jiwa
Tanpa henti rasa jiwa aroma pelangi
Tanpa henti rasa jiwa aroma pelangi mata sesal batin yang ada

CINTA WANITA SUCI BERKERUDUNG PUTIH

Oleh: Khoirul Taqwim

Wanita suci berkerudung putih
Duduk terpaku dalam sepi
Terpancar cahaya iman ilahi
Menatap indah dunia
Walau hasrat jauh dari harap

Cinta wanita suci berkerudung putih
Menatap jejeka tampan rupawan
Hati terketuk rasa
Subhanallah bahasa kecil lirih terucap
Sadar dia terhentak
Adzan magrib telah tiba
Istigfar hati kecil terucap kembali
Bukan dia yang kucinta
Bukan dia yang harus isi rasa
Cukup ilahi dihatiku
Tak ada kecuali dia
Nafsu dibunuh suara adzan

Hasrat wanita suci
Bukan untuk mencipta
Cipta hanya milik ilahi
Tak ada cipta kecuali dia
Pikir wanita suci berkerudung putih

Wanita suci menyuci diri
Bertahanus
Tahajud malam saat datang
Ridho Allah swt dia cari
Tak ada bahasa cinta
Selain sang ilahi
Kata wanita suci berkerudung putih
Diposkan oleh KHOIRUL TAQWIM di 19:46 0 komentar
Sabtu, 24 Oktober 2009
FOTO PROFIL DIUDARA
Oleh: Khoirul Taqwim

Tanpa surat
Tanpa sepatah kata
Tanpa suara
Foto jawab semua cerita

Bersanding peluk mesra
Kumenatap dalam sendu
Bersanding sejuta rasa
Kurasa bermilyar dada

Pantaskah aku menangis
Saat kau bahagia peluk kesah
Pantaskah aku berduka rasa
Saat kau hadir penuh suka cita

Diamkah aku seucap kata
Hati bertanya dalam beku
Lari kau semua rasa
Otak menggerayangi jiwa

Foto profil
Buat terkejut rasa
Foto profil
Terpajang diudara

Diamku membisu tuli
Bahasaku resah dalam kabut
Aku bertanya harus bagimana??....
Air mata mengalir tak terasa

FOTO PROFIL DIUDARA

Oleh: Khoirul Taqwim

Tanpa surat
Tanpa sepatah kata
Tanpa suara
Foto jawab semua cerita

Bersanding peluk mesra
Kumenatap dalam sendu
Bersanding sejuta rasa
Kurasa bermilyar dada

Pantaskah aku menangis
Saat kau bahagia peluk kesah
Pantaskah aku berduka rasa
Saat kau hadir penuh suka cita

Diamkah aku seucap kata
Hati bertanya dalam beku
Lari kau semua rasa
Otak menggerayangi jiwa

Foto profil
Buat terkejut rasa
Foto profil
Terpajang diudara

Diamku membisu tuli
Bahasaku resah dalam kabut
Aku bertanya harus bagaimana??....
Air mata mengalir tak terasa

NIKAHMU TERDENGAR DARI UDARA

Oleh: Khoirul Taqwim

Jiwa kaget seketika
Membaca facebook sahabatmu
Kau telah masuk dalam hidup baru
Kuhanya berdo’a untukmu selalu

Tak dinyana tak dikira
Ada apa dilangit
Bawa kabar udara
Pelaminan telah datang untukmu

Apa harus kukata
Bahagiakah aku??...
Sedihkah aku??...
Bahasa diam kah yang tepat

Nikahmu dari suara udara
Laut jadi penghalang kabar
Udara tetap bawa kabar
Tentang duniamu

Sikap apa yang kurasa
Jiwa bahagia
Jiwa sedih luka
Semua jadi campur Satu

Kuingin kau bahagia
Kuingin nikmati indah nafas
Biar aku diam
Bahasaku mengudara

Kabar berita udara
terima ksih bahasa
Kutetap rasa dalam jiwa
Udara udara udara kau sahabat berita

DURI KEINDAHAN CINTA

Oleh: Khoirul Taqwim

Lama tahun kujalani
Sakit jiwa tak henti sejenak
Salahkah diri ini yang mencinta
Kau tampar aku seketika

Rasa sakit terabadikan
Rasa tak pernah sirna dalam benak
Kau luka ada dalam dada
Kapan kan sembuh rasa ini

Selama rasa jiwa ini
Hancur luluh lantak
Kau telah pergi dalam nyataku
Kau telah jadi hantu mimpiku

Kenapa rasa ini tak henti sejenak
Air hujan terang malam
Air mata tak hilang jua
Aku bisu dalam tangis

Selama rasa ini
Beribu rasa tak pernah hilang
Sakit jiwa kurasa
Kau kan jadi duri indah

Duri keindahan cinta
Penuh sesak sakit
Perih indah rasa
Dua rasa jadi satu