Oleh: Khoirul Taqwim
Perang membuta nyawa
Bau anyir bangkai terbang di udara
Kepala putus
Jantung berdebar diangkasa
Nyawa hilang hal biasa
Genderang perang ditabuh
Kebenaran entah milik siapa
Lupa daratan
Lupa lautan
Membunuh atau terbunuh
Bahasa dalam perang
Mati terhormat
Tundukkan kepala segenap raga
Perang mulia
Tetesan darah menetes
Kebanggaan dalam diri prajurit
Air mata banjir di segenap penjuru
Susah
Sedih
Pilu
Bahagia
Jadi satu dalam perang jagat raya
Pemesanan batik lawasan dalam jumlah besar dapat menghubungi di usahabatiktaqwim.blogspot.com dengan nomor HP. 085-736-726-474.
Kamis, 17 Juni 2010
JABAL GUNUNG MELETUS
Oleh: Khoirul Taqwim
Api membakar daratan
Wedos gembel menari di udara
Habis sudah alamku
Di telan jabal gunung meletus
Manusia berlari diri
Anak kecil mencari ibunya
Telanjang bulat tak terasa
Ini hari lupa harta
Selamat nyawa yang di cari
Nenek sempoyongan berjalan
Nyawa hampir melayang
Di telan lahar membara
Jutaan mata pilu
Mendengar
Melihat
Merasa
Ribuan korban manusia berjatuhan
Tak ketinggalan ahli agama berkhutbah
Ini cobaan ujian
Ini azab datang
Sejuta tafsir turun dari lidah
Membahas Jabal meletus
Di gang sudut jalan becek ada suara jiwa
Anak kecil bicara dengan mulut terbungkam
Ikhlaskan semua yang ada
Ini hanya titipan
Api membakar daratan
Wedos gembel menari di udara
Habis sudah alamku
Di telan jabal gunung meletus
Manusia berlari diri
Anak kecil mencari ibunya
Telanjang bulat tak terasa
Ini hari lupa harta
Selamat nyawa yang di cari
Nenek sempoyongan berjalan
Nyawa hampir melayang
Di telan lahar membara
Jutaan mata pilu
Mendengar
Melihat
Merasa
Ribuan korban manusia berjatuhan
Tak ketinggalan ahli agama berkhutbah
Ini cobaan ujian
Ini azab datang
Sejuta tafsir turun dari lidah
Membahas Jabal meletus
Di gang sudut jalan becek ada suara jiwa
Anak kecil bicara dengan mulut terbungkam
Ikhlaskan semua yang ada
Ini hanya titipan
SOBAT UDARA
Oleh: Khoirul Taqwim
Sobat udara kan kemana kau terbang
Kusor arahkan sesukamu
ingat bidadari facebook menuggu
Jangan sampai dia hilang , lenyap, senyap
Sobat udara penuh godaan
Kekayaan melimpah diudara
Panggil udara sejauh kusormu
Alam semesta seketika didepanmu
Bumi hari ini penuh dendam
Iri dengan udara
Manusia sudah hidup diudara
Gempa terjadi bentuk perlawanan bumi
Sobat kaum hawa jangan pernah terlintas dibenakmu kesedihan
Lihat disana bidodoropun juga menunggumu
Ingat jika merasa takut cepat turun diudara
Sebelum jiwamu jatuh tersungkur dibumi
Mandilah diudara
injakkan kaimu diudara
berdo'alah
Kapanpun udara kan siap menemanimu
Sobat udara kan kemana kau terbang
Kusor arahkan sesukamu
ingat bidadari facebook menuggu
Jangan sampai dia hilang , lenyap, senyap
Sobat udara penuh godaan
Kekayaan melimpah diudara
Panggil udara sejauh kusormu
Alam semesta seketika didepanmu
Bumi hari ini penuh dendam
Iri dengan udara
Manusia sudah hidup diudara
Gempa terjadi bentuk perlawanan bumi
Sobat kaum hawa jangan pernah terlintas dibenakmu kesedihan
Lihat disana bidodoropun juga menunggumu
Ingat jika merasa takut cepat turun diudara
Sebelum jiwamu jatuh tersungkur dibumi
Mandilah diudara
injakkan kaimu diudara
berdo'alah
Kapanpun udara kan siap menemanimu
RANTAI ZAMAN
Oleh: Khoirul Taqwim
Tradisi merantai lidahku
Menyayat jantungku
Perih nadiku
Di makan rakusnya kekuasaan
Angkara murka tak terelakkan
Aku lemah sempoyongan
Tak ada tenaga sekata
Mengucap walau satu huruf
Berat beban kurasa
Benar sakit di dada
Rantai zaman membelengguku
Aku ingin bebas terbang melayang
Bersama burung-burung udara
Tanpa cekal aku bicara
Tradisi membungkamku
Aku pilu
Aku kaku
Aku terkunci tembok-tembok keyakinan
Jati diri hilang
Lenyap senyap di makan tradisi zaman
Tradisi merantai lidahku
Menyayat jantungku
Perih nadiku
Di makan rakusnya kekuasaan
Angkara murka tak terelakkan
Aku lemah sempoyongan
Tak ada tenaga sekata
Mengucap walau satu huruf
Berat beban kurasa
Benar sakit di dada
Rantai zaman membelengguku
Aku ingin bebas terbang melayang
Bersama burung-burung udara
Tanpa cekal aku bicara
Tradisi membungkamku
Aku pilu
Aku kaku
Aku terkunci tembok-tembok keyakinan
Jati diri hilang
Lenyap senyap di makan tradisi zaman
FACEBOOKKU MENYUSURI PUING-PUING KISAH
Oleh: Khoirul Taqwim
Hilangnya kekasih sudahlah
semuakan jadi abu
memory walau teringat selalu
kau telah memilih jalan hidupmu
Aku manusia yang tak sempurna
jadi catat dalm benakmu
langkahkan kakimu
turuti hasrat hatimu
tengoklah kedepan
jangan pernah mundur selangkah
aku akan tetap hidup
walau perih hati mengiris
Sudahlah semua sudah jadi memory
facebookku hilangkan
bila jadi penghalang hidupmu
aku tak ingin ganggu hidupmu
Hati ini tapi tak kuasa
kadang tanganku jahil tuk menggodamu
orang yang ada difacebookku
maafkan aku
biarkan jadi cerita kita dimasa tua
bahwa kita pernah bersahabat
lama kita berpisah
udara telah mempertemukan kita
facebookku biar berjalan
tuk menyusuri puing-puing kisah ini
semuakan tercatat dimemory
walau tak pernah ada dalam dunia nyata
Hilangnya kekasih sudahlah
semuakan jadi abu
memory walau teringat selalu
kau telah memilih jalan hidupmu
Aku manusia yang tak sempurna
jadi catat dalm benakmu
langkahkan kakimu
turuti hasrat hatimu
tengoklah kedepan
jangan pernah mundur selangkah
aku akan tetap hidup
walau perih hati mengiris
Sudahlah semua sudah jadi memory
facebookku hilangkan
bila jadi penghalang hidupmu
aku tak ingin ganggu hidupmu
Hati ini tapi tak kuasa
kadang tanganku jahil tuk menggodamu
orang yang ada difacebookku
maafkan aku
biarkan jadi cerita kita dimasa tua
bahwa kita pernah bersahabat
lama kita berpisah
udara telah mempertemukan kita
facebookku biar berjalan
tuk menyusuri puing-puing kisah ini
semuakan tercatat dimemory
walau tak pernah ada dalam dunia nyata
SIAPA GUSTI NURDIN??.....
Oleh: Khoiru Taqwim
Gusti Nurdin berkhutbah dinegeri seberang
Hidup hina atau mati syahid
Siapkah anda jadi pengantin??..
Tanya’ Nurdin dengan suara lirih
Revolusi Islam bergerak dialam semesta
Korban merupakan perjuangan
Pengantin disambut ribuan bidadari
Alangkah indahnya bahasa yang dilantunkan gusti nurdin
Dua pemuda berdiri disamping nurdin
Memegang boom rakitan yang siap meledak
Siapa yang bergerak dijalan agama
Surga itu janji tuhan
Allahu Akbar 100X pekik takbir berkumandang dinegeri korup
Juru penyelamat siap mencabut nyawa
Ini pertarungan bukan sekedar slogan
Nyawa harta adalah taruhannya
Gusti Nurdin adalah pahlawan kata sahabatnya
Gusti Nurdin teroris kata musuhnya
Semua tak ada yang tahu siapa itu Nurdin??..
Tuhanlah yang berkehendak sebenarnya siapa gusti Nurdin itu.
Gusti Nurdin berkhutbah dinegeri seberang
Hidup hina atau mati syahid
Siapkah anda jadi pengantin??..
Tanya’ Nurdin dengan suara lirih
Revolusi Islam bergerak dialam semesta
Korban merupakan perjuangan
Pengantin disambut ribuan bidadari
Alangkah indahnya bahasa yang dilantunkan gusti nurdin
Dua pemuda berdiri disamping nurdin
Memegang boom rakitan yang siap meledak
Siapa yang bergerak dijalan agama
Surga itu janji tuhan
Allahu Akbar 100X pekik takbir berkumandang dinegeri korup
Juru penyelamat siap mencabut nyawa
Ini pertarungan bukan sekedar slogan
Nyawa harta adalah taruhannya
Gusti Nurdin adalah pahlawan kata sahabatnya
Gusti Nurdin teroris kata musuhnya
Semua tak ada yang tahu siapa itu Nurdin??..
Tuhanlah yang berkehendak sebenarnya siapa gusti Nurdin itu.
RAUT WAJAH CALON MENTERI
Oleh: Khoirul Taqwim
Wajah calon menteri disodorkan dimeja Istana
Sahabat saya tampak riang gembira
Pikirnya nanti bisa maen golf gratis kata sahabatku disini
waah!..otaknya sudah dipenuhi hasrat Antasari
Soal rakyat ah!..itu apa?
Minggu ini yang penting bisa berpesta pora
Menteri adalah kedudukan nurani
Amanah harusnya dijunjung tinggi
Kembali sahabat saya bicara !..
Aku mau jadi menteri negara katanya
Kehidupan menteri penuh gemilang duniawi
Ingat itu semua tak dibawa mati
Soal materi siapa yang punya
Ah!..nanti jadi menteri pasti ngantongi semua
Saat ini yang penting bisa jadi menteri
Ini raut muku menteri disini
Wajah calon menteri disodorkan dimeja Istana
Sahabat saya tampak riang gembira
Pikirnya nanti bisa maen golf gratis kata sahabatku disini
waah!..otaknya sudah dipenuhi hasrat Antasari
Soal rakyat ah!..itu apa?
Minggu ini yang penting bisa berpesta pora
Menteri adalah kedudukan nurani
Amanah harusnya dijunjung tinggi
Kembali sahabat saya bicara !..
Aku mau jadi menteri negara katanya
Kehidupan menteri penuh gemilang duniawi
Ingat itu semua tak dibawa mati
Soal materi siapa yang punya
Ah!..nanti jadi menteri pasti ngantongi semua
Saat ini yang penting bisa jadi menteri
Ini raut muku menteri disini
Langganan:
Postingan (Atom)