Kamis, 17 Juni 2010

KEMATIAN SANG KEKASIH

Oleh: Khoirul Taqwim

Tetesan air mata pilu tertoreh
Iringi langkah kepergian sang kekasih
Pujaan yang kudamba dalam jiwa
Jatuh sudah hatiku tak tahan lambaian mata sendumu
Kisah kita kan terukir dua batu nisan
Cerita yang membelenggu batin nadirku

Kematian malam
Pisah sudah harap secercah bersama
Ikhlas tertoreh kain kafan putihmu
Aku bisu tak sekata

Kekasih
Hilang sudah jasadmu
Memori kan selalu terpadu dalam ruh suci sang Ilahi

Tuhan
Ma'af kan kekasih bila ada salah dalam nyawa
Semoga ruh sucinya selalu mengitari jagatmu Tuhan

KERAGUAN SURAT CINTA

Oleh: Khoirul Taqwim

Surat cinta
Kemarin malam kutulis untukmu adinda
Tertoreh bahasa sendu pilu
Rasa ragu dalam hati menyelimuti benakku
Instingku mengata kau ada yang punya
Ma'afkan aku adinda
Bukan tak percaya sama dikau
Cuma batinku lagi tak enak merasa

Kutoreh bahasa malam
Tentang rinduku sama jilbab putihmu
Yang kuberi saat ulang tahunmu
Ma'afkan aku adinda
Kutulis kembali malam ini
Apa adinda mencinta selain daku??......
Tanya dalam batin kecilku

CINTA RASA

Oleh: Khoirul Taqwim

Cinta rasa
Membumi dalam jiwa
Jatuh hati tak tahan kemana
Deraian air mata malam hinggap di pipi
Cerita rasa menyiksa dalam jiwa

Tuhan
Kenapa cinta penuh duka lara
Restuiku dalam sujud
Berikan secercah cahaya
Biar sakit jiwa hilang seketika

Hampa
Kurasa dalam ruh suci
Cinta benar menggila rasa

Tuhan
Kenapa kau beri cinta
Saat aku tak mampu meraih nyata
Lalu apa arti cinta yang ada
Ini benar gila kurasa

Cinta
Katanya indah di jiwa
Sakit rasa itu cinta
Aku sedih menduka
Keluh kesah yang kurasa
Aku gila cinta
Benar adanya
Cinta buat gila rasa
Masya allah cinta yang ada

KARYA ALAM

Oleh: Khoirul taqwim

Alam negeriku
Biru laut nan warna
Lebat hijau hutan di seberang
Nan indah dirasa
Penuh rupawan nan wajah

Alam sentosa
Mahliga rasa nan setia
Awan indah nan cerah ceria
Mentari terbang molek di angkasa
Bangunkan rembulan ditelan cahaya pagi

Alam negeriku
Kaya keajaiban
Karya besar tautan alam

PERANG JAGAT RAYA

Oleh: Khoirul Taqwim

Perang membuta nyawa
Bau anyir bangkai terbang di udara
Kepala putus
Jantung berdebar diangkasa
Nyawa hilang hal biasa

Genderang perang ditabuh
Kebenaran entah milik siapa
Lupa daratan
Lupa lautan
Membunuh atau terbunuh
Bahasa dalam perang

Mati terhormat
Tundukkan kepala segenap raga
Perang mulia
Tetesan darah menetes
Kebanggaan dalam diri prajurit
Air mata banjir di segenap penjuru
Susah
Sedih
Pilu
Bahagia
Jadi satu dalam perang jagat raya

JABAL GUNUNG MELETUS

Oleh: Khoirul Taqwim

Api membakar daratan
Wedos gembel menari di udara
Habis sudah alamku
Di telan jabal gunung meletus

Manusia berlari diri
Anak kecil mencari ibunya
Telanjang bulat tak terasa
Ini hari lupa harta
Selamat nyawa yang di cari

Nenek sempoyongan berjalan
Nyawa hampir melayang
Di telan lahar membara
Jutaan mata pilu
Mendengar
Melihat
Merasa
Ribuan korban manusia berjatuhan

Tak ketinggalan ahli agama berkhutbah
Ini cobaan ujian
Ini azab datang
Sejuta tafsir turun dari lidah
Membahas Jabal meletus

Di gang sudut jalan becek ada suara jiwa
Anak kecil bicara dengan mulut terbungkam
Ikhlaskan semua yang ada
Ini hanya titipan

SOBAT UDARA

Oleh: Khoirul Taqwim

Sobat udara kan kemana kau terbang
Kusor arahkan sesukamu
ingat bidadari facebook menuggu
Jangan sampai dia hilang , lenyap, senyap

Sobat udara penuh godaan
Kekayaan melimpah diudara
Panggil udara sejauh kusormu
Alam semesta seketika didepanmu

Bumi hari ini penuh dendam
Iri dengan udara
Manusia sudah hidup diudara
Gempa terjadi bentuk perlawanan bumi

Sobat kaum hawa jangan pernah terlintas dibenakmu kesedihan
Lihat disana bidodoropun juga menunggumu
Ingat jika merasa takut cepat turun diudara
Sebelum jiwamu jatuh tersungkur dibumi

Mandilah diudara
injakkan kaimu diudara
berdo'alah
Kapanpun udara kan siap menemanimu