by: Khoirul Taqwim
Kopiku hitam
Badanku panas
Taganku menggenggam sepotong rokok
Mataku setajam burung hantu
Aku melihat jutaan rakyat Indonesia
Lapar terkapar di alam raya
Terserak menjadi anai-anai terbang
Hoom sinahooom...
Lihatlah anak-anak jalanan
Menantang kehidupan
Mendung menjadi atap harian
Gelapnya malam menjadi jiwa kelam
Terik matahari adalah sahabat raga
Hoom sinahooom......
Pengemis berjalan dengan kaki merangkak
Berkah dermawan adalah penyambung nyawa
Gambar-gambar peramal adalah harapan
Inilah potret negeri kaya
Masyarakat miskin terpinggir
Hoom sinahooom......
Kusruput kopiku yang hitam
Kutatap gedung tinggi menjulang
Sajakku berdemo di udara
Terbentur tiang-tiang kekuasaan
Hingga tarjatuh tak berdaya
Sampai nadi putus dan tak bernyawa
Ooo.. angin !
Kabarkan pada mereka yang punya nurani
Kabarkan pada mereka yang peduli masyarakat kecil
Kabari juga para buruh dan petani untuk terus melawan
Biarkan jasad sirna
Kau kan terkenang sepanjang zaman
Ooo.. Allah !
Ruhku terbakar
Udara kedzaliman tercium
Demi sabda dan firmanmu
Hanya kepadaMU kami bedo'a
Restui perjuangan kami di hari ini dan selamanya
Pemesanan batik lawasan dalam jumlah besar dapat menghubungi di usahabatiktaqwim.blogspot.com dengan nomor HP. 085-736-726-474.
Kamis, 05 Agustus 2010
Rabu, 04 Agustus 2010
LUKISAN CINTA
by: Khoirul Taqwim
Oooh........
Cinta adalah kekuasaan
Siapa yang menguasai cinta berarti dia adalah raja
Tahta singgasana adalah mereka yang punya cinta
Tapi ingatlah cinta adalah racun
Sekaligus cinta adalah ular berbisa
Hati-hatilah wahai para pecinta
Oooh..
Makna cinta adalah seni
Hakikat cinta adalah fitrah
Maknai cinta dengan kesabaran
Epistemologi cinta adalah sajak
Estetika cinta adalah jiwa
Aksiologi cinta adalah alam
Oohh gusti Allah..
Pemilik semua lukisan cinta
Rahmatkanlah cintaMU
Pada semua alam
Pada semua makhluk
Hmm........
Amiens.........
Oooh........
Cinta adalah kekuasaan
Siapa yang menguasai cinta berarti dia adalah raja
Tahta singgasana adalah mereka yang punya cinta
Tapi ingatlah cinta adalah racun
Sekaligus cinta adalah ular berbisa
Hati-hatilah wahai para pecinta
Oooh..
Makna cinta adalah seni
Hakikat cinta adalah fitrah
Maknai cinta dengan kesabaran
Epistemologi cinta adalah sajak
Estetika cinta adalah jiwa
Aksiologi cinta adalah alam
Oohh gusti Allah..
Pemilik semua lukisan cinta
Rahmatkanlah cintaMU
Pada semua alam
Pada semua makhluk
Hmm........
Amiens.........
Selasa, 03 Agustus 2010
SAJAK KEMATIAN
by: Khoirul Taqwim
Tolong.....
Antar jenazahku dipemakaman
Badanku jadi bangkai
Bajuku kain kafan
Tataplah aku yang kemarin kau puja
Mandikan aku dengan tujuh bunga rupa
Aku tak berdaya
Tapi aku Ikhlas
Ruhku biar di alam barzakh
Ajaranku akan terus mengalir
Lewat falsafah dan sajak-sajakku
Hoommm.....
Aku bergumam...
Wahai batu nisan
Cepat........
Mayatku dikebumikan
Sebelum malaikat Munkar, Nakir
Ada dihadapanku
Tolong.....
Antar jenazahku dipemakaman
Badanku jadi bangkai
Bajuku kain kafan
Tataplah aku yang kemarin kau puja
Mandikan aku dengan tujuh bunga rupa
Aku tak berdaya
Tapi aku Ikhlas
Ruhku biar di alam barzakh
Ajaranku akan terus mengalir
Lewat falsafah dan sajak-sajakku
Hoommm.....
Aku bergumam...
Wahai batu nisan
Cepat........
Mayatku dikebumikan
Sebelum malaikat Munkar, Nakir
Ada dihadapanku
AKU TELAH TIADA
by: Khoirul Taqwim
Lihat..
Kabar Izrail mendekat
Dingin tak bersuara
Nadiku mulai putus
Sunyi........
Dia berbisik tenanglah nak
Kematian adalah tepi pantai
Menghanyutkan
Sekaligus menakutkan
Kedamaian bagi mereka
Firman jadi tonggak
Sabda adalah jiwa
Jasadku lebur
Nyawaku mengalir
Ooo...
Batu nisan di pinggir sungai
Burung gagak hitam terbang
Mata setajam pisau
Maaf atas dosa
Dini hari ini
Aku telah tiada
Lihat..
Kabar Izrail mendekat
Dingin tak bersuara
Nadiku mulai putus
Sunyi........
Dia berbisik tenanglah nak
Kematian adalah tepi pantai
Menghanyutkan
Sekaligus menakutkan
Kedamaian bagi mereka
Firman jadi tonggak
Sabda adalah jiwa
Jasadku lebur
Nyawaku mengalir
Ooo...
Batu nisan di pinggir sungai
Burung gagak hitam terbang
Mata setajam pisau
Maaf atas dosa
Dini hari ini
Aku telah tiada
Senin, 02 Agustus 2010
SAJAK KESEDIHAN
by: Khoirul Taqwim
Ooo.........
Matahari adalah warna
Dosa adalah udara
Kesedihan jadi sajak
Diantara pena terserak
Tinta menjadi air mata
Tinggal puing gelisah menatap
Hingga aku jatuh meratap
Di tengah-tengah hingar-bingar jagat
Badanku sehat
Jiwaku saket
O...Allah
Sembuhkan aku
Dari gatal dan sambat
Ooo.........
Matahari adalah warna
Dosa adalah udara
Kesedihan jadi sajak
Diantara pena terserak
Tinta menjadi air mata
Tinggal puing gelisah menatap
Hingga aku jatuh meratap
Di tengah-tengah hingar-bingar jagat
Badanku sehat
Jiwaku saket
O...Allah
Sembuhkan aku
Dari gatal dan sambat
Minggu, 01 Agustus 2010
BULAN RAMADHAN
by: Khoirul Taqwim
Bulan suci
Tak terasa esok lusa datang
Hmm...
Bulan yang penuh Barakah
Hari itu.......
Pintu Jannah dibuka lebar
Tentu.......
Bulan penuh rahmat
Pasti......
Berkah jagat
Dia........
Yang mengenal
Makna......
hakekat sabar
Lakukan....
Menjaga benak dalam hati
Menjaga pikir dalam otak
Bulan ramadhan
Jutaan umat
Harap....
Keberkahan jalan
Jauhi.......
Ma'shiyat la'nat
O...Allah
Aku minta ridhaMU
Bulan suci
Tak terasa esok lusa datang
Hmm...
Bulan yang penuh Barakah
Hari itu.......
Pintu Jannah dibuka lebar
Tentu.......
Bulan penuh rahmat
Pasti......
Berkah jagat
Dia........
Yang mengenal
Makna......
hakekat sabar
Lakukan....
Menjaga benak dalam hati
Menjaga pikir dalam otak
Bulan ramadhan
Jutaan umat
Harap....
Keberkahan jalan
Jauhi.......
Ma'shiyat la'nat
O...Allah
Aku minta ridhaMU
BUAT SAHABAT
by: Khoirul Taqwim
Sini........
Duduk longgarkan hatimu
Ada apa kau bersedih?.
Ada apa kau menjauh dari umat?..
Jangan terurai air matamu disini
Malu dilihat kakekmu yang begitu tegar
Begitu sabar dalam berjuang
Cukup simpan dalam tasbihmu
Jelaskan padaku tentangmu
Meskipun lidahku tak mampu berucap
Aku kan berusaha sejukkan jiwamu
Walau tak seperti salju
Tenang dan tenanglah
Lihat anak-anak disana
Menunggu kedamaian darimu
Sini........
Duduk longgarkan hatimu
Ada apa kau bersedih?.
Ada apa kau menjauh dari umat?..
Jangan terurai air matamu disini
Malu dilihat kakekmu yang begitu tegar
Begitu sabar dalam berjuang
Cukup simpan dalam tasbihmu
Jelaskan padaku tentangmu
Meskipun lidahku tak mampu berucap
Aku kan berusaha sejukkan jiwamu
Walau tak seperti salju
Tenang dan tenanglah
Lihat anak-anak disana
Menunggu kedamaian darimu
Langganan:
Postingan (Atom)