Rabu, 14 November 2012

Media Sosial Vs Media Massa





Sebelum media online hadir ditengah-tengah realita kehidupan, pada zaman dahulu kala informasi dan komunikasi masih sangat terbatas dalam lingkup wilayah dan negara, tetapi sejak datangnya media online, melalui jaringan internet didunia informasi dan komunikasi menjadi salah satu penggerak keberhasilan dunia yang semakin menampakkan diri dalam jagat perubahan zaman.

Pada zaman dahulu kala media masih berbentuk sederhana dari telingan-ketelinga, mulut-kemulut, pintu-kepintu, tetapi dengan perkembangan zaman yang semakin progress media mulai bergerak semakin luas, dengan istilah: media massa, yaitu: sebuah aktivitas, untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya.

Sedangkan media sosial merupakan sebuah media online, yaitu: media dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi, baik melalui blog, jejaring sosial, forum dan lain sebagainya.

Media sosial pada zaman sekarang telah menjadi kekuatan komunikasi dan informasi dalam menyampaikan beragam peristiwa. Bahkan media sosial lebih menyentuh keakar permasalahan saat menyampaikan sebuah kabar berita, apabila dibandingkan media massa yang hanya dikuasai para jurnalis semata.

Wajah media terus berubah dalam perjalanan zaman. Sehingga media sekarang tidak lagi berkutat pada media massa yang dihadirkan para insan jurnalis, tetapi seluruh masyarakat dapat memberikan sebuah informasi melalui jejaring sosial maupun dalam bentuk sebuah forum, untuk menyampaikan berita maupun mencari sebuah sumber berita.

Perkembangan media tak dapat dipungkiri lagi dari media massa menuju media sosial. Sehingga sebuah informasi dan komunikasi sudah tidak lagi dikuasai para jurnalis semata, tetapi masyarakat luas dari penjuru belahan bumi dapat menjadi subyek dalam memberikan sebuah informasi dan komunikasi, baik melalui facebook, twitter, kiber (www.kitaberbagi.com), dan lain sebagainya dapat dijadikan sarana, untuk menyebarkan informasi maupun dalam bentuk komunikasi antar sesama pengguna jejaring sosial tersebut.

Keberadaan media sosial Vs media massa merupakan sebuah refleksi realita kehidupan dalam menyuguhkan sebuah informasi dan komunikasi yang lebih menyentuh ditengah-tengah realita kehidupan. Mengingat media sosial dalam memberikan informasi dan komunikasi lebih keindividu yang mengalami permasalahan tersebut. Sedangkan media massa hanya sebatas para jurnalis semata dalam menyuguhkan sebuah infomasi ditengah-tengah masyarakat secara luas.
Semoga Allah SWT selalu memberi semangat daya juang kepada kita semua, agar kita mampu memperjuangkan nilai-nilai Islamiah ditengah-tengah realita kehidupan, Amiin............

Islam Tradisional Berpangkal Pada Kearifan Lokal



Kearifan lokal adalah gagasan atas nilai-nilai realita kehidupan masyarakat setempat dengan berpegang pada kebijaksanaan, penuh kearifan, bernilai positif yang tertanam dalam realita kehidupan masyarakat. Mengingat kearifan lokal merupakan sebuah pandangan masyarakat dalam memberikan sebuah nilai-nilai berdasarkan realita kehidupan secara menyeluruh. Sehingga kearifan lokal sebagai tatanan kehidupan masyarakat setempat dalam membangun sebuah bangsa dan negara.

Keberadaan kearifan lokal didalam kehidupan masyarakat merupakan sebuah realita yang tak dapat dibantah lagi. Sehingga kearifan lokal dengan semangat membangun diberbagai daerah perlu sebuah dukungan dari berbagai pihak, agar keberhasilan dalam membangun masyarakat didaerahnya dapat terwujud sesuai dengan arah pembangunan sebuah peradaban yang penuh dengan kemajuan dalam membangun.


Membangun masyarakat lokal perlu ada sebuah gagasan dalam membentuk sebuah paradigma pemikiran. Bahwa masyarakat sudah saatnya diberikan ruang dan waktu dalam berpikir secara naluri masing-masing individu, untuk menggagas sebuah kemajuan didaerah masing-masing dalam realita tatanan kehidupan masyarakat yang penuh keberagaman.

Kehidupan masyarakat setempat tak dapat dipungkiri lagi. Bahwa keberagaman dalam membentuk sebuah gagasan merupakan sebuah realita, tetapi pada substansinya masyarakat menginginkan sebuah kemajuan dengan berdasarkan tabiat masyarakat setempat, agar keberhasilan dapat tumbuh berkembang sejalan dengan kearifan lokal.

Masyarakat setempat sudah saatnya diberi ruang dan waktu, untuk berkreasi penuh dalam menumbuh-kembangkan semangat daya juang dalam membangun sebuah daerah yang penuh arif dan bijaksana, agar kepribadian dan watak dalam membangun sebuah daerah dapat menjadi pelecut, penyemangat dalam memberikan sebuah gagasan positif dalam membangun sebuah bangsa dan negara.

Kepribadian dan watak masyarakat setempat, tentu jangan sampai dijadikan komoditi politis sepihak dari masyarakat asing yang ingin menguasai sumber daya alam setempat, tetapi kepribadian dan watak masyarakat setempat sudah semestinya diberi sebuah gagasan dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang berlandaskan pada ajaran Islam.

Islam merupakan agama rahmat bagi seluruh alam. Sehingga Islam menolak dengan tegas segala bentuk perbudakan maupun bentuk nilai-nilai yang bertentangan dengan kemanusiaan. Bahkan Islam sangat menyentuh ditingkat infrastruktur maupun suprastruktur dalam memberikan sebuah tatanan ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat setempat.

Sedangkan perspektif Islam tradisional dalam melihat berbagai aspek kearifan lokal, sudah seharusnya masyarakat setempat diberi ruang dan waktu dalam menumpahkan berbagai gagasan, untuk terus berkembang dalam menatap kemajuan zaman yang semakin maju dalam peradabannya.

Islam tradisional berpangkal pada kearifan lokal. Karena kemajuan sebuah daerah tak lepas dari peran kearifan lokal, kalau kearifan lokal dapat disinergikan dengan nilai-nilai ke-Islaman, tentu akan tercipta sebuah masyarakat yang penuh rahmat, dan sangat positif dalam membangun sebuah realita kehidupan.

Kearifan lokal sudah saatnya mendapatkan perhatian disemua pihak, agar kearifan lokal dapat tumbuh berkembang sejalan dengan realita kehidupan masyarakat setempat, apalagi melihat perkembangan zaman yang semakin mengglobal.

Peran kearifan lokal dalam membangun sebuah bangsa dan negara sangat urgen. Karena disaat kearifan lokal disuatu daerah dapat berkembang, begitu juga kearifan lokal didaerah lain dapat tumbuh-berkembang, tentu akan menghasilkan sebuah tatanan dari berbagai daerah yang berpangkal pada kearifan lokal dengan menghasilkan sebuah nilai-nilai kemajuan yang penuh keberagaman. Sehingga sebuah bangsa dan negara mampu berdiri kokoh tak lain dan tak bukan. Karena kearifan lokal dapat tumbuh berkembang diberbagai daerah pinggiran maupun pusat-pusat kota. 

Berangkat dari kearifan lokal yang tumbuh subur disertai semangat membangun daerah masing-masing. Maka bangsa dan negara menjadi kuat dalam segala aspek kehidupan. Karena kearifan lokal mampu mencapai ranah diberbagai realita kehidupan, baik masalah ekonomi, politik, pendidikan, sosial, budaya, tehnologi dan berbagai aspek lain.

Semoga Allah SWT selalu memberi pencerahan gagasan kepada kami semua, Amiin...........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Gus Dur dan Wali Songo



Wali  Songo merupakan manusia linuwih dengan segala kamampuan yang dimilikinya penuh dengan karomah yang sungguh menakjubkan. Sehingga keberadaan Wali Songo di Nusantara, khususnya ditanah Jawa sangat urgen bagi perjalanan sejarah panjang datangnya agama Islam. Mengingat Wali Songo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara, khususnya ditanah Jawa pada zaman kepengker.

Zaman kepengker (zaman klasik) Wali Songo berperan sebagai penyebar agama Islam di Nusantara, khususnya ditanah Jawa dalam memberikan berbagai ilmu batin maupun zahir ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat. Sehingga Wali Songo dikenal masyarakat sebagai guru agama dalam mengajarkan beragam perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai ke-Islaman.

Keberadaan Wali Songo bah legenda besar ditanah Jawa dengan segudang pemikirannya, untuk menyebarkan ajaran Islam sesuai dengan kepribadian dan karakter masyarakat setempat, dengan tetap mengedepankan Al-Qur'an dan Hadits sebagai rujukan dalam mencari kebenaran sejati.

Sopan santun dalam berdakwah Wali Songo sangat menyentuh realita kehidupan masyarakat. Sehingga tak jarang Wali Songo mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat setempat, pada saat menyebarkan ajaran Islam ditengah-tengah keberagaman masyarakat.

Dakwah bilhal dan dakwah bilmal merupakan senjata ampuh Wali Songo dalam memberikan suri tauladan kepada khalayak umum, untuk terus melakukan perbuatan baik ditengah-tengah realita kehidupan. Sehingga dalam kehidupan masyarakat terpupuk kesadaran tinggi tentang akhlakul karimah yang berpangkal pada kearifan lokal, dan bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman.

Wali Songo dalam berdakwah (menyeru kebaikan) sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam syiar Islam diseluruh Nusantara, khususnya ditanah Jawa dalam melakukan syiar Islam yang penuh sopan santun tinggi, dan tegas dalam melakukan aktivitas dakwah, untuk menyebarkan kalimat tayibah ditengah-tengah realita kehidupan.

Sedangkan Gus Dur merupakan pemuka agama dengan sebutan "Kyai", Gus Dur dianggap sebagai manusia linuwih diatas rata-rata kemampuan manusia pada umumnya, bagaimana tidak? Gus Dur mampu melihat peta bangsa dengan penuh kejeniusan yang sungguh menakjubkan, ditambah lagi budi pekerti dan ketulusan Gus Dur dalam memperjuangan tentang makna kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman, dengan penuh kegigihan dalam melakukan bentuk perjuangan. Sehingga Gus Dur sangat wajar dijadikan pemimpin bangsa dengan jabatan sebagai presiden negara. Mengingat jasa besar Gus Dur sebagai guru bangsa yang telah memberikan suri tauladan ditengah-tengah realita keberagaman hidup dinegeri Nusantara.

Gus Dur sosok pertama dari kaum Kyai yang pernah menjabat kepala negara dinegeri Indonesia. Mengingat sebelum Gus Dur menjadi presiden belum ada kaum Kyai yang mampu menduduki jabatan sebagai kepala negara. Sehingga nama Gus Dur dengan segudang paradigma pemikirannya mampu memberikan pencerahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gus Dur dan Wali Songo merupakan tokoh besar umat muslim diseluruh Nusantara, khususnya ditanah Jawa.sebagai peletak dasar pemikiran tentang ke-Islaman, untuk terus melakukan sebuah rekonstruksi ditengah-tengah realita kehidupan, agar sebuah bangsa mampu berdiri tegak dengan karakter, watak dan kepribadian masyarakat setempat dalam menerjemahkan disetiap permasalahan tentang hidup berbangsa dan bernegara.

Nama Gus Dur dan wali Songo tidak pernah mati ditelan zaman. Mengingat jasa dan keberanian beliau dalam melakukan sebuah perjuangan, untuk terus membangun masyarakat ditengah-tengah keberagaman,  tetapi perjuangan Gus Dur dan wali Songo dalam memperjuangkan ditengah-tengah realita kehidupan tak lepas dari kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman.

Sosok Gus Dur dan Wali Song sampai akhir hayatnya akan menjadi inspirasi jutaan umat manusia, untuk terus melakukan perjuangan atas nama kemanusiaan, dan bersumber pada ajaran agama Islam sebagai agama kebenaran ditengah-tengah realita kehidupan.

Makam Gus Dur dan wali Songo sampai saat ini, tidak pernah sepi dari para peziarah. Bahkan makam Gus Dur dan Wali Songo .menjelma menjadi wisata religi, karena para peziarah masih mengingat segar jasa besar Gus Dur dan Wali Songo dalam menegakkan panji-panji kebenaran.

Semoga Allah SWT selalu memberi limpahan rahmat dan berkah kepada kita semua, Amiin.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Menatap "2013" Media Jejaring Sosial Indonesia



Jejaring sosial Indonesia terus tumbuh-berkembang dari  kurun waktu-kewaktu, untuk terus berbenah diri dalam membangun situs sebagai transformasi perubahan, baik dari segi komunikasi maupun dari segi informasi dalam memberikan sebuah pelayanan terhadap para member, agar lebih baik, padat, singkat dan tepat sasaran.

Membicarakan jejaring sosial Indonesia, tentu tidak akan ada habisnya, apalagi jejaring sosial telah menjadi sebuah media besar dalam membangun paradigma pemikiran masyarakat luas, untuk menuangkan sebuah gagasan dalam bentuk informasi maupun komunikasi didunia maya saat ini.

Komunikasi dan informasi semenjak muncul berbagai media berbasis jejaring sosial, terutama jejaring sosial buatan luar negeri, seperti: facebook dan twitter, telah mengubah dunia luas menjadi sempit. Sehingga dunia yang dahulu terhalang batas-batas wilayah dan negara, ternyata sejak kehadiran jejaring sosial keberadaan dunia semakin dekat tanpa sekat-sekat batas wilayah dan negara.

Kemajuan jejaring sosial dibelahan bumi dikuasai penuh facebook dan twitter, walaupun media jejaring sosial Indonesia bertebaran didunia maya, tetapi masih sulit jejaring sosial Indonesia, untuk mengalahkan atau paling tidak sama keberhasilannya, seperti: facebook dan twitter, oleh sebab itu jejaring sosial Indonesia harus terus berbenah diri dalam menyambut arus globalisasi yang semakin luas geografisnya.

Indonesia merupakan negara besar yang terletak dikawasan asia tenggara, sudah semestinya memberikan perhatian penuh terhadap media jejaring sosial, agar kedepan bangsa Indonesia mampu mengambil alih arus informasi dan komunikasi dibelahan bumi.

Informasi dan komunikasi merupakan sebuah sarana membangun opini ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat. Sehingga kalau arus informasi dan komunikasi dapat dikuasai bangsa Indonesia, berarti bangsa Indonesia telah mengukir prestasi besar dalam perjalanan sebagai bangsa besar dalam membangun media situs jejaring sosial.

Menatap masa depan jejaring sosial Indonesia merupakan sebuah gagasan kedepan dalam membangun informasi dan komukasi dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang, untuk terus memberikan kontribusi dalam membangun sebuah media yang cerdas, dan mengarah tepat sasaran ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat.

Pada tahun 2013 nanti dapat dijadikan sebagai pemicu dalam mengembangkan jejaring sosial Indonesia, untuk terus berkarya dan berinovasi, agar lebih baik dalam menatap masa depan jejaring sosial Indonesia versi 2013 nanti.

Bersama jejaring sosial kiber dengan alamat www.kitaberbagi.com mari kita terus berkarya dan berinovasi dalam menyongsong tahun 2013 nanti, untuk terus berbenah diri menuju perubahan yang lebih baik dalam membangun media situs jejaring sosial Indonesia. Semoga kita dapat melangkah lebih sempurna dalam menatap masa depan, Amiin.......

Kamis, 20 Oktober 2011

Inilah Situs Jejaring Sosial Baru Kiber ala Nusantara Indonesia


Jejaring sosial baru kiber ala Nusantara Indonesia merupakan salah satu warna jejaring sosial yang ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas, sebagai bentuk proses dalam membangun dan menciptakan jejaring sosial dalam negeri, agar dapat menjadi jejaring yang lebih eksis didunia maya, tentu semua ini dibutuhkan dukungan dari masyarakat secara luas, agar jejaring sosial baru kiber ala Nusantara Indonesia dapat berkembang dan dapat mempertahankan eksistensinya.

Saat ini jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia mulai banyak bertebaran didunia maya, salah satu dari beberapa jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia adalah kiber yang saat ini terus berproses diri dalam membangun fitur dan aplikasi yang lebih baik, memang kiber sangat menyadari masih jauh dari kesempurnaan yang layak sebagai jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia, apabila dibanding dengan jejaring sosial luar negeri yang sudah punya nama besar, seperti facebook, twitter dan situs jejaring sosial lainnya, tetapi kiber paling tidak masih berusaha semaksimal mungkin dalam merekonstruksi diri dalam membangun jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia menuju situs yang lebih progress dalam menatap masa depan.

Situs jejaring sosial baru kiber ala Nusantara Indonesia merupakan salah satu bentuk keberagaman jejaring sosial baru buatan anak negeri, sebagai sarana dalam membangun interaksi sosial antar sesama pengguna didunia maya, sehingga diharapkan dapat terjalin komunikasi yang sehat dan bermanfa'at dalam memberikan informasi antar sesama member jejaring sosial ala Nusantara Indonesia, agar dapat terwujud interaksi sosial yang saling melengkapi informasi satu sama lain dalam menjalin komunikasi di dunia maya saat ini.

Keberadaan jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia dapat dijadikan terobosan kemajuan anak negeri dalam meciptakan kreasi yang lebih progress, agar kedepan jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia dapat mencapai tujuan yang lebih inovatif dan kreatif dalam mengembangkan situs buatan anak negeri. Inilah yang perlu kita dukung bersama dalam membangun karakter anak bangsa, untuk terus berkarya dan melakukan terobosan yang positif buat nusa dan bangsa Indonesia.

Dari tulisan diatas semoga situs jejaring sosial baru buatan Nusantara Indonesia, dengan sebutan kiber yang beralamatkan di www.kitaberbagi.com mampu mencapai keberhasilan dalam memperbaiki fitur maupun aplikasi, agar kedepan dapat terus lebih baik dalam menciptakan situs jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia.

Terima kasih buat para pembaca tulisan kecil dari situs jejaring sosial baru ala Nusantara Indonesia.....

Rabu, 19 Oktober 2011

Malaysia Menjadi Majikan Indonesia, Benarkah?????........


Sungguh ironis keberadaan bangsa Indonesia dengan wilayah yang sangat luas di banding Malaysia, tetapi banyak masyarakat Indonesia mencari peruntungan menjadi buruh di negara tetangga, padahal bangsa Indonesia seharusnya tidak kalah dengan Malaysia dalam membangun segi ekonomi, melihat potensi sumber daya alam yang berlimpah ruah dari Sabang sampai Merauke.

Bangsa Indonesia merdeka lebih dahulu di banding Malaysia, tetapi dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia masih tertingal jauh di banding Malaysia, bagaimana tidak?....masyarakat Indonesia masih jauh dari hidup layak berupa sandang, pangan dan papan masih banyak yang belum tercukupi, sehingga mengakibatkan kemiskinan masyarakat Indonesia yang tidak dapat dihindarkan, bahkan sangat ironis, sebagian masyarakat Indonesia ada yang mengalami kelaparan.

Melihat kekayaan alam yang berlimpah dari Sabang sampai Merauke, sudah seharusnya masyarakat Indonesia dapat hidup sejahtera, tetapi ternyata masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan kesejahteraan, tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola negara, untuk terus membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, ternyata malah cenderung mengalami stratifikasi sosial yang sangat parah, sehingga memunculkan kesenjangan sosial yang tidak dapat dihindarkan. Inilah yang harus menjadi perhatian pengelola negara saat ini.

Sebagian besar kondisi masyarakat Indonesia jauh dari hidup sejahtera, ternyata mengakibatkan efek yang sangat menyedihkan, bagaimana tidak?..masyarakat Indonesia banyak yang berdatangan di negara Malaysia, untuk mengais rejeki dengan menjadi buruh, tentu kita tidak bisa menyalahkan masyarakat Indonesia yang mencari rezeki disana, mengingat negara sudah tidak mampu membuka lapangan kerja, bahkan sangat ironis para pengelola negara Berbondong-bondong membeli barang mewah yang jauh dari kemaslahatan masyarakat, sehingga tercipta kesenjangan sosial antara pengelola negara dengan masyarakat yang semakin melebar di tubuh bangsa Indonesia.

Malaysia merupakan negara kecil di banding Indonesia, ternyata mampu berdiri tegak menjadi majikan bangsa Indonesia, tentu ini sangat ironis mengingat kekayaan alam bangsa Indonesia yang berlimpah ruah, namun dalam pengelolaan negara telah mengalami kegagalan, karena dalam pengelolalan kekayaan alam Indonesia cenderung dinikmati hanya segelintir masyarakat Indonesia, sehingga pemerataan tidak terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat, kalau masalah ini terus dibiarkan, maka bangsa Indonesia akan mengalami masa gawat, karena masyarakat Indonesia dapat menuntut sewaktu-waktu kepada pengelola negara, sehingga revolusi sosial akan merasuk dalam watak masyarakat di saat pengelola negara mengalami kegagalan secara terus-menerus dalam membangun sebuah bangsa.

Pengelola negara telah mengalami kegagalan dalam membangun kondisi ekonomi masyarakat, berangkat dari renungan itu, ternyata dalam benak saya terlintas pertanyaan apakah hubungan masyarakat Indonesia dengan negara tidak terjalin baik?......masyarakat Indonesia sering diberi penjelasan mengenai falsafah kenegaraan tentang keberagaman, tetapi tindakan real dari pengelola negara kurang memperhatikan masyarakat Indonesia, sehingga yang tercipta saling menyalahkan satu sama lain tidak terhindarkan. Inilah yang menjadi bumerang kerusakan di tubuh negara Indonesia saat ini.

Lalu pertanyaan datang lagi, apakah sistem kenegaraan Indonesia yang amburadul?...sistem kenegaraan bangsa Indonesia yang di bangun para pendahulu kita cenderung hasil dari buatan Belanda, sehingga mengakibatkan karakter pengelola negara juga seperti bangsa Belanda dalam memegang tampuk kekuasaan, sehingga tercipta hubungan antara pengelola negara dengan masyarakat tidak terjalin baik. Inilah yang harus diubah para pengelola negara, untuk terus membangun komunikasi dengan masyarakat, bukan hanya sekedar minta pajak kepada masyarakat, tetapi menjalin hubungan yang saling menguntungkan, itulah yang harus di lakukan dalam melaksanakan tugas pengelola sebuah negara Indonesia saat ini.

Pertanyaan terakhir kenapa Malaysia menjadi majikan Indonesia?.....Sebenarnya, masyarakat Indonesia menjadi buruh di luar negeri tidak hanya di Malaysia, namun sudah mencapai disegala penjuru Asia, bahkan sampai dunia (sungguh ironis) banyak masyarakat Indonesia yang menggantungkan penghidupan menjadi buruh disana, mengingat pengelola negara gagal memberikan lapangan pekerjaan, walaupun ada pekerjaan, tetapi gaji masih jauh dari kebutuhan hidup, sehingga masyarakat Indonesia cenderung terpaksa mengais rejeki diluar negeri dalam memenuhi kebutuhan perut. Wallahu a'lam bisshowab.............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.

Selasa, 18 Oktober 2011

Di Ramal Pada Tahun 2035 Nusantara Indonesia Menjadi Negara Islam


Bangsa Nusantara Indonesia dengan penduduk sekitar hampir 90 persen beragama Islam merupakan kekuatan masyarakat yang maha dahsyat, apabila masyarakat bergerak dan melakukan sebuah gerakan revolusi sosial, tentu akan menjadi kekuatan maha dahsyat tidak hanya di kawasan asia tenggara, namun dunia akan tersentak dengan kekuatan ratusan juta umat manusia di Nusantara Indonesia.

Negara Islam sebelum kemerdekaan Indonesia sudah ada sejak zaman Demak Bintoro, Samudra Pasai dan masih banyak lagi negara Islam di Nusantara Indonesia pada masa silam, namun di saat kedatangan kaum penjajah yang cenderung menindas masyarakat Nusantara Indonesia, ternyata membawa dampak suram bagi negara Islam di Nusantara.

Keberadaan negara Islam di masa silam di hapus oleh kaum penjajah. Inilah sejarah suram negara Islam di masa lalu saat para penjajah datang membawa kerusakan bangsa Islam di Nusantara, karena bangsa penjajah melakukan gerakan pemberangusan terhadap negara Islam di Nusantara, agar negara Islam segera hilang di permukaan bumi nusantara Indonesia.

Pada saat kemerdekaan bangsa Indonesia ada sejumlah tokoh menyetujui berdirinya sebuah negara Islam di Nusantara Indonesia, mengingat sejarah luhur negara Islam pernah berdiri tegak di bumi Nusantara, tetapi para penjajah menekan sebisa mungkin, agar bangsa nusantara Indonesia tidak memakai azas Islam, karena, apabila bangsa Indonesia memakai azas Islam sebagai cara pandang negara Nusantara Indonesia, tentu sangat membahayakan bagi bangsa barat, mengingat sejarah barat di Spanyol dan segala penjuru eropa pernah di kuasai negara yang berazaskan Islam. Inilah kekhawatiran terbesar bangsa penjajah eropa, kalau Nusantara Indonesia bernaungan dalam negara Islam.

Kaum penjajah melakukan tekanan terhadap bangsa Indonesia, untuk tidak memakai azas Islam dalam membangun sebuah bangsa Nusantara Indonesia, sehingga mengakibatkan wajah Demak bintoro, Samudra Pasai dan negara Islam nusantara yang dahulu kala pernah berdiri tegak di bumi nusantara mengalami kegagalan di teruskan anak negeri nusantara Indonesia, tetapi berangkat dari tekanan para kaum penjajah dalam melakukan pengambilan azas sebuah bangsa, ternyata sampai saat ini masyarakat Indonesia masih jauh dari hidup sejahtera, di karenakan hubungan antara konsep negara Nusantara Indonesia dengan naluri masyarakat bangsa Indonesia mengalami titik buntu, sehingga bangsa nusantara Indonesia mengalami regresi yang sangat gawat, bahkan penyimpangan di negara Nusantara Indonesia terbuka lebar bagi para penguasa, di karenakan hukum yang berlaku di Nusantara Indonesia memakai hukum dari bangsa penjajah Belanda.

Di ramal pada tahun 2035 bangsa nusantara Indonesia akan mengalami tonggak sejarah besar negara Islam, mengingat bangsa Indonesia saat ini mengalami kegagalan dalam menjalankan pengelolaan negara yang amburadul dan membawa kesengsaraan masyarakat nusantara Indonesia.

Masyarakat Indonesia yang ingin tahu mengenai bangsa Islam nusantara Indonesia, di harapkan menggali dan membaca sejarah Dinasti Demak Bintoro, Samudra Pasai dan masih banyak lagi negara Islam di nusantara, tetapi ironis sejarah kearifan negara Islam di Nusantara Indonesia dibekukan sedemikian rupa, bahkan di sengaja di musnahkan dari permukan bumi nusantara Indonesia oleh kaum penjajah, agar masyarakat bangsa nusantara Indonesia melupakan sejarah manis saat di pimpin berdasarkan negara Islam Nusantara Indonesia.

Wali Songo merupakan salah satu penggagas bangsa Islam di nusantara, bahkan suatu saat gagasan yang pernah di canangkan wali songo akan tumbuh kembang kembali di Nusantara Indonesia, sehingga pada tahun 2035 gagasan wali songo mengenai negara Islam nusantara akan hidup kembali dengan wajah baru bangsa Islam Nusantara Indonesia. Wallahu a'lam bisshowab............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
.