Senin, 16 November 2009

ALAM NELAYANKU



by: Khoirul Taqwim

Pulang pagi senja Menyelinap embun pagi

Berangkat dimalam buta

Menembus gelap malam

Bintang sambut nelayan

Ombak tak henti menghantam perahu mungil

Laut sahabat bergaul

Samudra bahasa agung Ikan lari tunggang langgang

Nasib nyawa urusan ilahi

Nasib perut tinggal menanti pagi

Alam nelayan paduan kehidupan

Mati hidup jalan alami

Minggu, 15 November 2009

JAGAT NUSANTARA




Oleh: Khoirul taqwim


Hamparan udara melimpah

dijagat raya

Hamparan ilalang tanpa busana

Sapi mengendus

Kuda mengepang

Binatang terbang bersayap

makan bangkai belalang

Dijagat nusantara 

NELAYAN





Oleh: Khoirul Taqwim

Nelayan sambut malam tiba

Menari dilaut bah air samudra menyambut sang pahlawan ombak

Berlari kapal mengejar ikan tak kunjung jua usai

Bulan hampir tenggelam

Keringat malam lepas dahaga

Hilang senyap ditelan udara

Kan kukejar mengisi perut koroncong

Menanti rizki di bah laut meluap





MUSIM KAMPANYE



by: Khoirul Taqwim

Kampanye datang menggema

Obral janji sana-sini

Omong kosong bualan hari

Kerjaan pejabat menari lidah

Diskusi kerakyatan makanan ringan senayan

Saat rakyat banjir kelaparan

Kami tak butuh omongan

Pertegas dalam dada

Kami butuh makan

Perutku demo menyelinap tak arti

Jangan bohongi kami

Bahasa tertekan diri

Muak muntah sudah kualami hampir mati

Untung belum kiyamat diri

Kampanye tiba

Slogan kebenaran diagungkan

Bandit dipoles malaikat

Benar gila jagatku

Uang suap sana-sini beli suara

Alhamdulillah

Buat beli rokok sebatang

Ucap hati kecil miskin

Musim kampanye

Pesta pora bandit-bandit

Melayang siap memangsa

Mencengkrama menuju singgasana

Senayan, istana itu tujuan

Tempat berlabuh kandang

Kemenangan dinanti hati jutaan

Kalah tahta

Dukun harus bertindak

Politik diluar rasio

Bukan masalah

Jabatan tak ditangan itu jadi masalah

Orasi dilapangan

Sambut mata jelalatan

Tepuk tangan ruah melimpah

Dada membusung bah perang salib datang

Angkat bicara

Podium adi kuasa

Terdengar bisuk-bisul kebohongan

Tak masalah

Yang penting kursi ditangan

Ajiku aji kemenangan

Cahyoning langit tahta singgasana

Musim kampanye

Jeritan histeris kekalahan

Suka pora kemenangan

Kalah menang itu permainan

Namanya politik

Cari untung itu kebenaran

BAHASA RASA IDIOM

 

 Oleh: Khoirul Taqwim

 

Bunga layu dibuang saja

Tak ada arti

Bunga mekar cepat ambil

Kalu perlu paksa dia

Benar kurang asem

Pikiran kotor menyelinap diotak

 

Idiom bahasa ungkapan

Perumpamaan makna

Masuk dalam benak

Jika menangkap lontaran sajak

 

Bunga malam

Indah didengar

Barani bayar??..

Uang segudang habis semalam

Jika tak punya lari gelanggang

Sebelum celanamu hilang lenyap

Benar gila zaman

Kaum amburadul

Jagat untung belum kiyamat

 

Bunga siang mana kudengar

Ayam kampus

Itu yang dicari

Merah delima

Anggun rasanya

Ambil itu ayam

Jual seharga ketupat

Ambil ayam kampus

Jual seharga pejabat

Lari cepat melompat

Sebelum pamong praja menghambat

 

Bahasa idiom

Enak dirasa

Bahasa idiom

Menyebalkan

Bahasa idiom

Enak dimakna

Sejuta bahasa

Semilyar bahasa

Sejagat luar biasa


KAUM DERITA

by: Khoirul Taqwim

Derita tukang becak

Kantong pas beras

Beli rokok sebatang

Ah lumayan….

Nasib wong cilik

Benar digelitik

Derita kuli bangunan

Wajah sendu dimakan zaman

Keringat bercucuran bah banjir kolam

Panas menyengat

Hasil bolong kantong

Susah benar bertahan nyawa

Derita buruh tak kunjung hilang

Nafas sesak kepayang

Tak ubahnya tikus dikejar kucing

Benar gila nasib ini

Siapa yang kuat nafas

Mandi uang bisa mati

Apalagi banjir perut kosong

Bahaya benar ini

Apalagi derita menumpuk langit

Pasti hilang ajal kan kemana

Kaum derita

Miskin

Masih punya secercah nurani

Bantahan hidup dengan bahasa halal

Keringat menjadi banjir tak masalah

Ini budi rasa

Laku kaum derita yang ingat

Lapar darat tak kunjung usai

Jangan salahkan kaum derita

Bendera revolusi berkibar

Angkat senjata

Lawan

Bahasa tepat perjuangan

Sabtu, 14 November 2009

CINTA RANAH BERANTAH


Oleh: Khoirul taqwim

Cinta membabi buta

Entah berantah terasa

Ganjil cerita ada makna

Hilang disenyap kata

Kenapa ada cinta buta??..

Benar gila cinta rasa

Tak pendam tak hilang semakna

Benar kurang asem cinta buta

Warna meraba dalam dada

Penuh sesak nafas gila

Cinta entah brathayuda

Menyingsing matahari nan gerhana

Bintang menyala dilangit bukit

Alamku lagi senda gurau

Semua benar ada alam ranah jiwa

Kemana cinta datang sesaat?....

Tak kunjung jua hari ini

Kemana cinta pergi sesaat??..

Tanda tanya’ tak pernah sirna

Lewat bahasa ilustrasi kukata

Cinta berantah

Entah kemana

Semua pergi dalam jiwa

Larilah cinta

Sejauh bisa

Sebelum raib dalam dada


Cinta ranah berantah

Tak jekas tak kira

Bualan jagat

Duka sengsara

Gembira loka

Paduan hidup berantah